Home
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6948
mod_vvisit_counterKemarin22779
mod_vvisit_counterMinggu ini146607
mod_vvisit_counterMinggu lalu170839
mod_vvisit_counterBulan ini680296
mod_vvisit_counterTotal7240413

Jan 28, 2012

GTranslate to your language

 
Untuk masa depan Indonesia yang lebih baik!
Kemenhut bangun sistem manajemen pengelolaan data dukungan AS Print E-mail
Thursday, 26 January 2012 00:08
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membangun sistem manajemen pengelolaan data (Database Management System/DMS) yang bisa diakses secara online di seluruh Indonesia untuk mendukung penegakan hukum bidang kehutanan. 

Sistem tersebut dibangun dengan dukungan pemerintah AS melalui penerapan program batuan untuk investigasi kriminal internasional (Implementation Arrangement International Criminal Investigative Training Assistance Program/IA ICITAP).
 
Pemkab bagikan 50.000 bibit tanaman kehutanan Print E-mail
Wednesday, 25 January 2012 17:22

Koba, Bangka Tengah (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, pada 2011, telah membagikan sebanyak 50.000 batang bibit tanaman kehutanan gratis kepada masyarakat untuk memotivasi mereka menanam tanaman industri tersebut.

"Bibit itu yakni gaharu, jabon dan mahoni dengan harapan ke depannya menjadi pusat penghasil tanaman industri," ujar Kabid Kehutanan Dishutbun Kabupaten Bangka Tengah, Rusdi di Koba, Selasa.

 
8,1 juta hektar lahan Kaltim kritis Print E-mail
Monday, 23 January 2012 05:10
Samarinda (ANTARA News)- Luasan lahan kritis di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini sudah mencapai 8.101.309 hektare, sehingga harus mendapat perhatian khusus karena kerusakan lahan berada di kawasan hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi terbatas, dan hutan produksi tetap.

"Kaltim memiliki kawasan hutan 14.651.553 hektare (ha) yang terdiri atas kawasan konservasi 2.165.198 ha, hutan lindung 2.751.702 ha, hutan produksi terbatas 4.612.965 ha, dan hutan produksi tetap 5.121.688 ha," ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Rabu.
Last Updated on Monday, 23 January 2012 05:17
 
Raising $100 billion for climate fund in dispute Print E-mail
Friday, 13 January 2012 04:49
Even in hard times, fighting climate change is not a luxury but a necessity, U.N. Secretary-General Ban Ki-moon said as climate negotiators bickered about how to raise hundreds of billions of dollars to adapt to a warming world.

Creating a body to govern a $100 billion a year fund is a central issue at the 194-nation U.N. climate conference nearing its end in South Africa, but it was unclear whether the final document will mention how the money will be mobilized for the Green Climate Fund.
 
Instansi pemerintah diminta gunakan mebel rotan Print E-mail
Tuesday, 10 January 2012 23:42
(ANTARA News) - Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat meminta instansi pemerintah memelopori penggunaan mebel rotan alam produksi dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan industri hilir rotan.

"Untuk mendukung perluasan pasar domestik, kami minta instansi pemerintah dan pemerintah daerah menggunakan mebel rotan untuk perkantoran dan sekolah-sekolah," katanya usai rapat tindak lanjut penerapan kebijakan rotan di kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin.
 
BI : kualitas pertumbuhan ekonomi 2011 membaik Print E-mail
Monday, 23 January 2012 05:16
Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia menilai kualitas pertumbuhan ekonomi pada 2011 membaik dibanding tahun 2010, dari sisi besaran pertumbuhan dan peningkatan PDB sektoral.

Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia yang dikutip dari Website BI di Jakarta, Kamis menyebutkan pertumbuhan PDB sektoral tahun 2011 membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang didukung oleh membaiknya aktivitas ekonomi domestik dan terbatasnya dampak perlambatan perekonomian dunia. 
 
Surat elektronik kepada Presiden RI Print E-mail
Monday, 16 January 2012 02:33
Bogor, 13.01.2012

Kepada YTH 
Dr. Susilo Bambang Yudhoyono - Presiden RI, 
di Jakarta

Semoga surat elektronik ini menjumpai anda dalam keadaan sehat, dan tidak sedang dirundung resah dengan keadaan negeri ini, seperti saya sedang resah oleh karenanya.

YTH Presiden RI, pekan-pekan ini negeri ini menyaksikan gejolak gerakan anarkhis yang tak terhitung jumlahnya di desa-desa dan aras bawah lapisan sosial negeri ini. Sekiranya anda dulu saat belajar di IPB sempat mempelajari ilmu-ilmu sosiologi pedesaan, maka anda akan segera paham bahwa akar persoalan itu sesungguhnya bukan kekerasan biasa. Gejolak ini berakar kuat pada krisis pedesaan di pelosok-pelosok negeri yang bertali-temali dengan krisis penguasaan sumber-sumber penghidupan (tanah, air, hutan, dsb). Sayangnya, waktu terlalu cepat dan anda tidak sempat berkenalan dengan sosiologi pedesaan. Dengan ini, hendak dikatakan bahwa krisis yang terjadi bukanlah krisis ekonomi biasa, tetapi krisis itu berkaitan erat dengan suasana kebatinan sosiologis rakyat Indonesia di pedesaan yang penghidupannya merasa terancam. 
 
Asosiasi Keluhkan Regulasi Pengiriman Rotan Antarpulau Print E-mail
Tuesday, 10 January 2012 23:46
TEMPO.COMakassar - Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI) Sulawesi Selatan mengeluhkan regulasi pengiriman rotan antarpulau yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 tahun 2011. Ketua APRI Sulawesi Selatan Julius Hoesan menuturkan adanya peraturan tersebut menghambat perkembangan industri rotan di daerah. 

“Dalam regulasi tersebut Kementerian Perdagangan mempersulit proses pengiriman rotan antarpulau,” kata Julius, Senin 2 Januari 2011. Peraturan Kementerian Perdagangan tersebut mengatur mengenai tata cara pengiriman rotan antarpulau. Salah satu isinya adalah kewajiban melengkapi pengiriman rotan dengan dokumen dan harus atas pengawasan pihak terkait yang ditetapkan Kementerian Perdagangan. 
 
Pengusaha Pro-Kontra Soal Kesiapan Menyerap Rotan Print E-mail
Tuesday, 10 January 2012 23:38
TEMPO.COJakarta - Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI), Hatta Sinatra, mengatakan pihaknya siap menyerap rotan mentah. “Kami sih sudah siap, tapi rotannya yang belum tersedia, ” kata Hatta, Senin, 9 Januari 2012. 

Ia menepis kekhawatiran tidak terserapnya rotan mentah di Indonesia akibat larangan ekspor yang diberlakukan pemerintah per 1 Januari 2012. Selama ini beredar isu-isu yang menurutnya menyesatkan. “Misalnya persediaan yang menumpuk akibat larangan ekspor,” katanya. 
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 1 of 108
 

Berita Teranyar