Berita Rotan dan Produk Rotan, Mebel dan Kerajinan Indonesia

Gudang Rotan Terbakar, Kerugian Rp2 Miliar

24 Oktober 2009 12:38 WIB      0 Komentar 
Penulis : Ferdinand
Tidak ada kerugian dalam peristiwa yang terjadi itu. Tapi, nilai kerugian yang timbul akibat peristiwa tersebut ditaksir tidak kurang dari Rp2 miliar. Kebakaran hebat yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB itu sempat membuat panik warga masyarakat sekitar lokasi. Apalagi, nyala api begitu cepat membesar setelah menyambar tumpukan rotan yang tersimpan di dalam gudang. 

"Untung atap gudang ambruknya ke bagian dalam dinding tembok itu. Kalau tidak, saya tidak bisa membayangkan seperti apa jadinya rumah-rumah di sekitar," kata Slamet, 53, seorang warga sekitar. Api yang melahap habis rumah dan salah satu gudang rotan terbesar sekaligus tertua di Dusun itu diduga berasal dari dapur rumah pemiliknya, Wiro Waliman, 75. 

"Pak Wiro waktu itu sedang memasak air di dapur. Sembari menunggu, dia menyapu halaman. Tidak lama kemudian, terjadilah kebakaran itu," cerita Slamet. Nyala si jago merah terus mengganas. Setelah melalap habis bangunan rumah, api menyambar gudang penyimpanan rotan yang berada persis di belakang rumah dan menghanguskan semua isinya. 

Tiga unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi beberapa saat setelah mendapatkan laporan warga tak bisa berbuat banyak. Atap seng yang ambruk dan jatuh persis di atas tumbukan rotan yang terbakar membuat mereka kesulitan untuk menyemprotkan air ke titik api. Akhirnya, mereka hanya bisa melokalisasi api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya. 

Sebelum mobil pemadam tiba, warga sebetulnya telah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tetapi tidak tersedianya sumber air memadai membuat upaya penanggulangan berjalan lambat. "Sumur yang ada di dekat rumah Pak Wiro ditutup beton cor. Kami harus mencari air ke tempat lain dan ini memakan waktu," timpal Joko, salah seorang pemuda setempat yang ikut berupaya memadamkan api. 

Wiro Waliman sendiri sampai saat ini belum bersedia memberi keterangan. Dia masih sangat syok setelah menyaksikan usaha yang dibangunnya sejak muda itu ludes dalam sekejap. (FR/OL-04)

 

Additional information