Berita Rotan dan Produk Rotan, Mebel dan Kerajinan Indonesia
Kerajinan Rotan Kalimantan Kian Sulit Bersaing
- Details
- Last Updated on Friday, 02 April 2010 04:31
- Published on Thursday, 22 October 2009 06:28
- Hits: 4115
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel Subardjo di Banjarmasin, Rabu (21/10) mengatakan saat ini permintaan ekspor produk kerajinan rotan dari daerah ini tinggal 30%dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Sedangkan 70% lainnya diisi permintaan ekspor berupa rotan bulat maupun rotan setengah jadi.
Hal tersebut, menurut Subardjo, terjadi karena beberapa negara eksportir seperti Jepang dan China memilih memproduksi sendiri kerajinan rotannya.
"Bukanya kita kalah bersaing dengan mereka, tetapi negara-negara tersebut memilih memproduksi kerajinan sendiri, sehingga permintaan justru banyak pada bahan baku," katanya.
Selama 2009 periode Januari hingga Agustus, volume ekspor rotan tinggal 4,1 ribu ton atau turun 16 persen dibanding 2008 pada periode yang sama sebanyak 4,8 ribu ton.
Begitu pula dengan nilai ekspornya, turun dari US$5,5 juta menjadi hanya US$5 juta atau turun 8% lebih. Dari total ekspor tersebut, kata dia 70% di antaranya merupakan rotan bulat dengan jenis irit atau kecil serta rotan setengah jadi.
"Rotan yang kita ekspor merupakan rotan dengan jenis kecil-kecil atau rotan budi daya, bukan rotan hutan," katanya.
Menurut Subardjo, bahan baku rotan yang dilarang diekspor merupakan rotan kualitas bagus atau rotan hutan dengan bulatan besar yang ada di beberapa daerah di Jawa Barat dan sekitarnya.
"Kalau kita tidak mengekspor rotan bulat, mungkin ekspor rotan kita jauh lebih sedikit," katanya.
Sebelumnya, barang kerajinan rotan asal Kalsel di antaranya lampit sempat menjadi primadona ekspor Kalsel ke China, Jepang dan berbagai negara lainnya. (kpl/bar)

