Hasil kajian ttg rotan, kehutanan dan lingkungan

Studi Rotan di Katingan – Kalimantan Tengah

PENGANTAR

 

Laporan studi ini disusun berdasarkan kegiatan kunjungan lapangan ke Kecamatan Tasik Payawan dan Kecamatan Merikit di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah pada tanggal 9 -­15 Oktober 2011yang dilaksanakan oleh WWF Indonesia bersama Kelompok Kerja Sistem Hutan Kerakyatan (POKKER-­SHK)  dan Yayasan Teropong, dengan dukungan penuh oleh IKEA.

Kegiatannya  sendiri  berupa  Focus  Group  Discussion  (FGD)  yang  dihadiri  oleh petani  rotan  di  dua  kecamatan  dan  kunjungan  ke  kebun/hutan  rotan  serta tambahan  kunjungan  ke  Desa  Kalahien  dan  Panda  Asem  di  Kabupaten  Barito Selatan.

Mengingat waktu yang tersedia, penekanan inti yang dicoba difahami dalam FGD lebih  kepada  peran  nilai  dari  (kebun)  rotan  terhadap  kehidupan  dan  budaya masyarakat. Interaksi antara kebun dan masyarakat. Ini dirasakan lebih penting karena  dianggap  merupakan  jiwa  dan  esensi  yang  melandasi  alasan  mengapa mereka akan tetap (atau tidak) bertahan memelihara kebun rotan dalam kondisi kebijakan rotan yang tidak kondusif seperti sekarang ini. Data dan pemahaman lainnya  kemudian  diambil  dan  disarikan  dari  bahan-­?bahan  atau  data  sekunder lainnya yang tersedia.

Sehingga niat IKEA untuk mencari alternatif bahan baku termasuk memakai rotan Katingan sebagai sumber bahan bakunya, maka itu bukan saja terjamin dari sisi supply, namun juga baik dari sisi lingkungan karena rotannya dipungut dari kebun yang memang sudah dibudayakan sejak lama.

Diharapkan   laporan   ini   tidak   saja   memberikan   gambaran   kondisi   rotan   di Kabupaten  Katingan,  namun  juga  gambaran  kondisi  lingkup  nasional  dari  sisi potensi,   tata   niaga,   industri   maupun   kebijakan.       Sehingga   bisa   diperoleh pemahaman yang luas dan cukup mendalam.

Mohon saran, komentar dan koreksi, agar laporan ini bisa semakin lebih baik.

Terima kasih.

 

Lisman Sumardjani

Yayasan Rotan Indonesia.

Additional information