Berita Rotan dan Produk Rotan, Mebel dan Kerajinan Indonesia

Lembaga Survei Penentu Pengapalan

Catatan: Menteri kita sedang bingung, mana PT Sucofindo mana PT Surveyor Indonesia.

 

JAKARTA, KOMPAS  Pemerintah akan berkomitmen dalam menghadapi masa transisi pasca larangan ekspor rotan sebagai bahan baku furnitur ataupun produk kerajinan. Komitmen itu akan ditunjukkan dalam membiayai pelaksanaan survei pengapalan rotan dan produk rotan. Masa transisi dipastikan menyebabkan kelangkaan bahan baku rotan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Selasa (17/4), menegaskan, "Pasca larangan ekspor rotan sebagai bahan baku pada 1 Januari 2012, pemerintah telah melibatkan lembaga survei PT Surveyor Indonesia untuk proses pengapalan produk rotan. Data pengiriman dilakukan secara akurat dan saat itu (real time) untuk setiap kontainer. Tanpa adanya laporan Surveyor, produk rotan tidak dapat dikapalkan."

Komitmen pemerintah itu pun ditunjukkan dengan menyiapkan pendanaan untuk melakukan survei. "Biaya survei dibebankan kepada pemerintah, yakni Kementerian Perdagangan," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, ketentuan larangan ekspor akan dipertahankan. Terkait dengan permasalahan hulu dan hilir, hal itu disebabkan masa transisi akibat kebijakan larangan ekspor, seperti terjadi ekspor bahan baku yang cukup besar pada bulan-bulan terakhir sebelum ekspor ditutup.

Kelangkaan bahan baku rotan diakibatkan ada ekspor rotan se­cara besar-besaran pada dua bulan terakhir (November dan Desember 2011) sebelum diberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2011, yaitu 1 Januari 2012.

Kementerian Perindustrian mencatat, data volume ekspor rotan pada tahun 2011 mencapai 32.000 ton. Lebih dari sepertiga dari volume itu merupakan kontribusi ekspor rotan yang terjadi dalam bulan November-Desember 2011.

Selain itu, kata Hidayat, saat ini masih terus terjadi hujan sehingga menyulitkan proses pemungutan atau pengumpulan rotan di hutan. Sementara permintaan pasar dan gairah pengusaha hilir mebel dan kerajinan mulai meningkat.

"Memang, harus diakui, masih ada kesulitan untuk memperoleh rotan dari beberapa pengusaha yang sebelumnya lebih berorientasi ekspor bahan baku. Untuk itu, para pengusaha industri hilir terus mengupayakan pendekatan dengan pengusaha hilir," kata Hidayat.

Selain ada verifikasi perdagangan rotan antar pulau dan pedagang rotan yang belum terbiasa terhadap aturan ini, Kementerian Perindustrian juga mensinyalir kemungkinan masih terjadi aksi penyelundupan ekspor rotan mentah. (OSA)

 

 

Additional information