Berita Rotan dan Produk Rotan, Mebel dan Kerajinan Indonesia

Petani dan Buruh Rotan Diadu Domba

 

Petani dan Buruh Rotan Diadu Domba

Suara Pembaruan -  Jum'at, 19 Maret 2010

 

Lesunya perekonomian dunia dan persaingan dengan poduk imitasi mengakibatkan industri rotan nasional terpuruk. Menurut Ketua Yayasan Rotan Indonesia, Lisman Sumardjani, di Jakarta, Kamis (18/3), situasi ini justru dimanfaatkan untuk mengadu domba perajin dan buruh industri rotan dengan petani penghasil rotan.

Lisman mengatakan. sinyalemen adanya adu domba itu mencuat ketika anggota Komisi VI DPR meninjau industri rotan dan batik Cirebon. belum lama ini. Saat itu terungkap. Industri rotan terpuruk karena kehilangan pasar. Anehnya, pengusaha dan asosiasi mebeler rotan di Cirebon malah menuntut pemerintah menghentikan ekspor bahan baku rotan. Dia mengingatkan, sejak Tahun 1979, industri mebel rotan dimanja dengan over supply bahan baku rotan akibat pemerintah memberlakukan larangan ekspor rotan mentah dan setengah jadi. Namun, pengusaha mebel rotan tidak pernah mampu meraih keinginan menguasai pasar dunia.

Bahkan, paparnya, pada 2008 dan 2009, ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke pasar dunia hanya senilai US$ 2,6 miliar dan US$ 2,3 miliar dari permintaan dunia sebesar US$ 104 miliar (2008) dan USD 100 miliar (2009). Artinya, pengusaha mebel dan kerajinan yang mendapat perlakukan khusus diberikan keunggulan dan harga bahan baku, tetap hanya mampu menguasai porsi 2.5 persen dan 2,3 persen pasar dunia. Sementara itu, petani dijadikan tumbal, dengan anjloknya harga rotan asalan, ujarnya. [s-26]

 

http://epaper.suarapembaruan.com/default.aspx?iid=34465&startpage=page0000009

 

Additional information