Berita Rotan dan Produk Rotan, Mebel dan Kerajinan Indonesia

Pemerintah: Badan Penyangga Rotan Tidak Diperlukan

TEMPO.COSurakarta - Kebijakan pelarangan ekspor bahan baku rotan sejak awal 2012 membuat industri dalam negeri menggeliat. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, bahan baku rotan kini mudah didapat sehingga menguntungkan pengusaha mebel dan furnitur.

"Saat ini, ekspor produk olahan rotan nasional naik 40 persen dibanding tahun lalu. Pengusaha rotan juga menyatakan bahwa saat ini Indonesia lebih banyak ekspor dalam bentuk produk olahan," kata Bayu di Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, 16 Oktober 2012.

Read more: Pemerintah: Badan Penyangga Rotan Tidak Diperlukan

Rotan Banyak Diselundupkan ke China

JAKARTA--MICOM: Kementerian Perindustrian menengarai rotan asalan dan setengah jadi banyak diselundupkan ke China, setelah pemerintah Indonesia menghentikan ekspor komoditas tersebut. 

"Setelah pemerintah Indonesia mengatur penghentian ekspor bahan baku rotan, pelaku usaha mebel dan rotan China mulai kesulitan bahan baku sehingga rotan asalan dan setengah jadi untuk bahan baku diselundupkan ke China," kata Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Aryan Wargadalam, di Jakarta, Kamis (18/10). 

Read more: Rotan Banyak Diselundupkan ke China

Rotan Myanmar dan Philiphine berjaya. Rotan Indonesia terpuruk!

Akibat penutupan ekspor rotan Indonesia oleh Permendag 35/2011 -- rotan-rotan yang dulu tidak diperhitungkan kini mereka sedang berjaya.  Dulu rotan polish dari Malaysia dan Philipina yg dihargai USD1.800 - 2.000/ton kini melonjak menjadi USD 3.000 - 3.500.-  Rotan Manau dari Malaysia kini berharga USD 4.000/ton.

Sementara rotan Indonesia menjadi tidak berharga, karena permintaan industri furniture dalam negeri yg menurun terus. Tidak ada order pembuatan pembuatan furnitur rotan baru.  Dikhawatirkan bila hal ini berlangsung terus, maka keberadaan rotan akan segera punah.

Tampaknye petani rotan di Malaysia, Philipina dan Myantar harus berterima kasih kepada pemerintah Indonesia. Karena produknya kini tanpa saingan sehingga mendapatkan harga yang sangat baik.

***(Aneh, kebijakan pemerintah Indonesia kok menguntungkan rakyat negara lain dan menyusahkan rakyatnya sendiri)


Foto2 rotan dari Myanmar dan Philiphina bisa dilihat berikut ini:

Read more: Rotan Myanmar dan Philiphine berjaya. Rotan Indonesia terpuruk!

ALASAN-ALASAN PERMOHONAN HAK UJI MATERIIL

 

  1. Bahwa permohonan keberatan adalah terhadap berlakunya ketentuan Pasal 2 Permendag Nomor : 35/M-DAG/PER/11/2011(Lampiran 2)menyatakan bahwa : "Rotan yang termasuk dalam kelompok Ex HS. 1401.20 meliputi: a. Rotan Mentah; b. Rotan Asalan; c. Rotan W/S; dan d. Rotan Setengah Jadi, dilarang untuk diekspor”;
  2. Bahwa Peraturan Menteri Perdagangan Permendag Nomor : 35/M-DAG/PER/11/2011 mulai ditetapkan oleh  Menteri Perdagangan  pada tanggal 30 Nopember 2011, dan mulai berlaku  pada tanggal 1 Januari 2012;

    Read more: ALASAN-ALASAN PERMOHONAN HAK UJI MATERIIL

PERMENDAG 35/2011 TENTANG LARANGAN EKSPOR ROTAN DIADUKAN KE MAHKAMAH AGUNG.

Pada hari Senin, 16 Juli 2012, Lisman Sumardjani sebagai pribadi dan juga atas nama Sekjen Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI), berdasar surat kuasa khusus dari 16 orang petani pemungut rotan, ketua kelompok tani rotan, pengumpul rotan, dan pedagang rotan  mengajukan  gugatan uji materil terhadap Menteri Perdagangan RI atas dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 35/M-DAG/PER/11/2011 Tertanggal 30 Nopember 2011, Tentang Ketentuan Ekspor Rotan Dan Produk Rotan.  Ke-16 orang pemberi kuasa ini berasal dari Kabupaten Maros, Sidrap, Luwu Utara, Kabupaten dan Kota Gorontalo.

Read more: PERMENDAG 35/2011 TENTANG LARANGAN EKSPOR ROTAN DIADUKAN KE MAHKAMAH AGUNG.

Hutan Kritis, Rotan Kapuas Menipis

Maraknya perambahan hutan oleh pendatang di Kabupaten Kuala Kapuas (Kalimantan Timur) mengakibatkan tanaman rotan di hutan menipis. Keadaan seperti itu terutama terjadi di Desa Tambak Baja I. “Lima tahun lalu kami bisa memproduksi 12 ton tiap dua tahun. Sedangkan kini, empat ton saja untuk waktu yang sama,” kata Herline (72 tahun), pengrajin rotan yang merupakan salah satu peserta Kongres Asosiasi Wirausaha Kehutanan Masyarakat Indonesia (AWKMI), di Semarang, Kamis hingga Sabtu (21-23 Juni 20129).

Read more: Hutan Kritis, Rotan Kapuas Menipis

Additional information